Sabtu, 08 April 2017

Persiapan Kandang Ternak Perkutut

Setelah beberapa pasang calon indukan Perkutut terkumpul barulah Anda menyiapkan kandang penangkarannya. Ukurannya tidak ada ketentuan pasti. Bisa sepanjang 1,2 meter tinggi 1,8 meter dan lebar 50-70 cm. Yang mutlak diperlukan adalah panas matahari langsung.

Perihal lantai juga tak mutlak harus pasir atapnya juga bisa asbes, genting atau apa saja. Yang jelas jarak antar sarang dengan genting tak boleh terlalu dekat bila tak ingin telurnya nanti kopyor karena suhu dan kelembaban udara di kandang tidak sesuai.

Kandang ternak Perkutut tersebut bisa saja dibangun dengan konstruksi kayu, aluminium atau besi. Tergantung kekuatan dompet kita. Bisa dibangun di atas tanah atau lantai atas rumah kita. Bisa juga di halaman sempit atau lahan luas. Kalau bisa lokasi kandang jangan terlalu sepi atau jarang dikunjungi atau dilewati orang sebab semakin sepi dan jauh dari manusia akan makin kurang produktif. Mungkin perkutut akan merasa aman dan nyaman bila sering bertatap muka dengan manusia.

Dengan demikian sebaiknya lokasi kandang jangan terlalu berisik misalnya dekat bengkel, dekat tempat latihan band dan lain-lain. Perkara hewan peliharaan misalnya anjing lama-lama juga akan beradaptasi tapi kucing adalah hewan yang paling ditakuti perkutut karena itu usahakan agar lokasi kandang tidak sering dikunjungi oleh kucing.

Memasukan Indukan Perkutut ke Kandang

Sabtu, 01 April 2017

Belajar Kawin Silang Perkutut

Kawin Silang Perkutut

Setelah calon indukan Perkutut telah terkumpul, sebaiknya Anda mulai “sekolah” lagi. Kali ini ke jurusan silang menyilang atau bagaimana cara mengawinkan pasangan perkutut agar nantinya melahirkan anakan yang bagus.

Bila ini jalan pintas seperti yang sekarang banyak dilakukan peternak Perkutut adalah memfotocopy kandang favorit atau kandang yang telah melahirkan juara. Misalnya kandang Super Beken dari peternak perkutut A yang telah melahirkan juara berisikan indukan perkutut jantan A dan perkutut betina A.

Bila Anda memang mampu menggaet adik atau kakak dari Perkutut Jantan A dan Betina Perkutut A langsung saja masukkan kandang dan kawinkan.

Memang tak seluruhnya proses fotocopy tersebut berhasil. Bahkan sedikit yang melaporkan sukses. Tapi toh cara ini belakangan mulai banyak dilakukan oleh peternak perkutut. Dan uniknya anak-anak copyan tersebut juga laris manis. Mungkin bagi para pembeli lebih baik membeli fotocopyan yang harga perkutut lebih murah daripada yang asli.

Perihal bagaimana silang menyilang Perkutut yang baik, ada baiknya belajar langsung ke sejumlah peternak Perkutut yang telah sukses melahirkan juara. Mereka ini umumnya sudah paham teknik silang menyilang. Sebab bagaimanapun bila teknik itu diuraikan disini akan memakan banyak halaman. Itupun belum ada rumus pasti.

Persiapan Kandang Ternak Perkutut

Sabtu, 25 Maret 2017

Memilih Calon Indukan Burung Perkutut

 Calon Induk Burung Perkutut

Agar lebih cepat proses beternak Perkutut, yang paling tepat memang membeli calon indukan yang sudah berumur. Seekor perkutut yang siap diternak bilamana usianya sudah mencapai 6-7 bulan. Tetapi di usia sekitar 4 bulan sudah mulai bisa dimasukkan kandang penangkaran.

Menurut sejumlah peternak Perkutut, bila dimasukkan kandang dalam usia muda (sekitar 4 bulan) proses perjodohan akan lebih mudah. Atau cepat jodoh. Beda misalnya dengan yang sudah sudah berumur, seringkali cekcok. Yang jantannya galak selalu menghajar betinanya atau sebaliknya.

Calon indukan Perkutut yang baik untuk diternakkan, minimal tiga unsur suaranya terpenuhi.Suara depan,suara tengah,dan suara ujung terpenuhi. Air suara (latar) juga perlu diperhatikan,apakah cowong bergaung dengan echo yang bagus atau basah dan serak. Yang bagus untuk diternak adalah yang air suaranya cowong. Volume bisa disesuaikan, senang yang gede atau yang kecil kristal.

Yang jelas, biar bersuara besar (nada rendah) atau kecil (nada tinggi), ketukannya haruslah jelas didengar. Atau biasa diistilahkan tebal dan tipisnya suara.

Jarak antar ketukan juga harus agak renggang atau biasa diistilahkan lelah atau senggang. Tapi bila terlalu senggang juga amat membahayakan, seringkali malah patah atau tidak sampai.

Perkutut dengan suara patah biasanya karena napasnya tidak sampai. Karena itu orang kemudian mengistilahkannya dengan power. Ada tidaknya power yang bisa disimak dari tekanan kala bunyi. Apakah tandas tajam atau malas tanpa ada daya untuk mendorong suara lepas dari hidung.

Jalan suara juga penting. Misalnya dobel, engkel, satu setengah dan seterusnya. Saat ini trennya adalah perkutut bersuara minimal satu setengah (Klauuu Ke..thek..thek..Kung) atau dobel (Klau Ke..thek..ke..thek..Kung).

Tetapi jangan lantas berpedoman pada uraian di atas lalu ketika mencari burung dobel lelah unsur suara lengkap dengan harga perkutut duit cepek. Karena harga perkutut berkualifikasi demikian umumnya sudah dibandrol di kisaran minimal Rp.3,000,000 per ekor.

Dengan duit 500,000 ribu Anda mungkin masih bisa mendapat perkutut bersuara dobel tapi tak lelah dan ujung panjang ndelosor. Atau satu setengah agak lelah tapi ujungnya tidak panjang. Tak mengapa, ujung kurang bisa dikawinkan dengan yang ujungnya lebih dan seterusnya.
Selain faktor di atas dalam mencari indukan sekali lagi ada baiknya juga untuk memperhatikan faktor darah yang mengalir di tubuh perkutut yang bersangkutan.

Belajar Kawin Silang Perkutut

Sabtu, 18 Maret 2017

Beternak Perkutut

Beternak Perkutut

1. Sekolah Dulu
Namanya juga beternak, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan indukan untuk ditangkar. Disinilah biasanya para pendatang baru (baca pemula) sering babak belur. Habis duit segudang tanpa hasil yang diharapkan. Karena itu kalangan Kung Mania sering berseloroh, “sekolah” perkutut itu biayanya amat mahal. Kenapa mesti mahal bila kita tahu trik-triknya ?

Agar biaya sekolah itu tak mahal, kita jangan emosi dengan mengandalkan kekuatan modal di kocek. Anggap saja seperti layaknya sekolah formal. Mulai dari TK, SD, SMP dan seterusnya. Jangan malu dikatakan punya duit tapi beli burung cepekan (seratus ribuan).

Beli dulu yang murah-murah sembari belajar dan memahami berbagai aspek suara perkutut. Belilah piyik lalu peliharalah sampai dewasa. Tujuannya, agar faham betul, bila sewaktu piyik kualitasnya demikian setelah dewasa berubah demikian.

Setelah mulai paham sekolahnya baru ditingkatkan. Mulai beli burung-burung yang agak mahalan sedikit. Sebaiknya juga tetap piyik. Tujuannya sama, untuk memantau perkembangannya. Tahapan ini terus naik sesuai dengan jumlah dana yang tersedia.

Setarakan antara kekuatan modal dengan ilmu yang ada. Kalau mengertinya masih setengah-setengah, sebaiknya beli burung dengan harga menengah. Agar terhindar dari gorokan dan tak memunculkan seloroh, “sekolah perkutut mahal harganya”.

2. Pelajari Darah Perkutut (Blood Line)
Nyaris 90% peternak sukses mengatakan, bahwa unsur darah turunan yang mengalir pada seekor perkutut amat menentukan kualitasnya. Karena itu carilah piyik-piyik atau calon bibit dengan aliran darah yang baik. Kalau perlu darah langsung para juara.

Dengan mempelajari aliran darah yang mengalir pada seekor perkutut, minimal kita masih bisa selamat. Sebab sering terjadi, meski dibeli dengan harga cepekan tetapi saat diternak melahirkan juara. Itu dikarenakan aliran darah yang mengalir masih membawa turunan juara.

Agar makin paham dengan darah darah beken, sebaiknya ikuti silsilah setiap jawara. Setelah paham betul sampai kakek buyut para jawara, barulah masuk ke peternak untuk berburu piyik berbakat atau calon indukan bermasa depan.

3. Nonton Konkurs Perkutut atau Latihan Perkutut
Anda tidak akan diusir bila datang melihat latihan rutin yang banyak digelar di kota Anda. Atau datanglah melihat konkurs resmi. Disitu, Anda bisa belajar banyak. Selain mematangkan ilmu suara perkutut yang baik dan benar, juga sekaligus memahami bagaimana karakter Kung Mania.

Di arena tersebut Anda bisa berkenalan dengan sejumlah peternak, para botoh atau juri dan bahkan para pakar. Belajar dan janganlah malu untuk bertanya bilamana perlu.

Disitu Anda juga sekaligus bisa menguping, berapa harga pasaran untuk seekor perkutut berdasarkan kualitas suaranya. Tujuannya, Anda tidak tersembelih bila suatu ketika datang ke peternak atau showroom untuk membeli calon indukan Perkutut

4. Memilih Peternak Perkutut
Pilihan yang tepat pada peternak untuk pengadaan bibit juga amat menentukan. Sebab sekarang ada ribuan peternak di seluruh tanah air dengan kualifikasi gurem, menengah dan besar. Tak perlu gerah datang ke peternak gurem, karena setiap peternak pasti punya yang baik dan yang kurang.

Bukan jaminan datang ke peternak raksasa dan papan atas pasti mendapat burung bagus dan bisa jadi juara atau menurunkan anak juara kalau diternak. Sebaliknya, produk peternak gurem tak selamanya jelek, jauh dari juara dan susah diternak.

Berdasarkan keyakinan akan kemampuan diri ada baiknya Anda untuk menerobos semua peternak yang Anda ketahui alamatnya. Nongkronglah disana minimal dua jam untuk memperhatikan indukan yang peternak bersangkutan ternakan. Juga piyik-piyik produksi mereka plus darah-darah yang mereka ternak.
Untuk dicatat, seorang peternak yang baik dan mapan, biasanya sudah kelihatan konsisten. Sudah memiliki ciri khas akan ciri produk mereka misalnya peternak A piyik-piyik yang Anda pantau punya ciri khas, sebut saja powernya. Atau suara ujungnya rata-rata ndelosor.

Ciri khas itu biasanya bawaan tanpa sengaja kesukaan tipe suara perkutut yang mereka sukai, misalnya peternak A suka akan tipe suara perkutut yang panjang bak kucing kejepit, maka bisa dipastikan indukan yang mereka ternak juga bertipe demikian. Tipe yang sama juga akan Anda temui pada piyik yang mereka produksi.

Peternak yang sudah mulai konsisten dan punya ciri khas demikian umumnya sudah peternak secara intensif selama lebih dari dua tahun. Atau ciri khas itu mulai nampak manakala mereka sudah sampai ke generasi ketiga yang mereka ternak. Atau sudah mulai banyak menggunakan anakan sendiri (pilihan) untuk dijadikan indukan serta hanya menggunakan maksimal 25% indukan dari luar. Indukan dari luar, bagi peternak mapan dan konsisten hanyalah sebagai pemberi corak. Misalnya, agar bisa menguber gaya baru yang lagi ngetrend.

Peternak yang belum mapan, antara lain ditandai dengan variatifnya merk bibit yang mereka ternakkan. Ini juga pertanda bahwa peternak yang bersangkutan masih dalam tahap mencari bentuk.
Bila menemui peternak demikian, sebetulnya kesempatan buat Anda untuk merogoh produk terbaik mereka. Karena yang mereka ternakkan masih F/1, biasanya mereka kurang kontrol akan produknya karena variatifnya, kualitas dan tiadanya ciri khas. Carilah kelengahannya, kemudian sabet yang Anda incar.

Jangan terpancang pada kandang favorit peternak yang bersangkutan karena bila itu yang Anda buru, pastilah bandrolnya lebih mahal dibanding anakan dari kandang lainnya.
Yang terpenting dalam memilih peternak adalah mencoba mencari tahu, apakah peternak bersangkutan betul-betul mengerti atau tidaknya burung perkutut. Tes dan coba tanyakan misalnya si juara bernama A itu induk bapaknya siapa. Atau, bila seekor perkutut jalan dobel diternak dengan jalan engkel keluar anaknya rata-rata bagaimana.

Coba tanyakan satu persatu kandang favorit atau kandang lainnya bagaimana kualitas bibit yang diternak. Misalnya kandang 1, bapaknya jalan bagaimana ibunya bagaimana. Peternak yang serius akan dengan mudah menjawab pertanyaan demikian karena dia betul-betul memantau indukan sebelum diternakan.

Memilih Calon Indukan Burung Perkutut


Rabu, 15 Maret 2017

Kiat membeli Perkutut Piyik dan merawatnya untuk lomba

Tidak semua Perkutut piyik akan mempunyai suara bagus dan bisa menjadi juara pada setiap lomba pada waktu umurnya sudah dewasa. Termasuk piyik-piyik dari kandang favorit, bahkan anakan dari perkutut jawara sekalipun. Sebaliknya, tidak jarang seekor piyik dari kandang pasangan biasa-biasa saja tidak mempunyai trah juara dan produk dari sebuah peternak kecil, malahan bisa menjadi juara pada saat setelah dewasa nanti.

Jadi untuk mendapatkan perkutut juara yang dibeli sejak piyik bukanlah pekerjaan mudah, selain unsur kejelian rupanya keberuntungan juga akan menjadi faktor penentunya.

1. Membeli Perkutut piyik.
Pekerjaan ini tidak mudah dan merupakan suatu seni sekaligus bersifat untung-untungan yang cukup mengasyikkan kita sebagai pecinta dan penggemar perkutut. Alasannya kualitas suara seekor piyik berumur kurang dari 4(empat) bulan, belum menjadi jaminan setelah dewasa suaranya akan sekualitas sewaktu dibeli. Sering terjadi perubahan seiring bertambahnya umur, bisa menjadi lebih bagus bisa pula menjadi lebih jelek bahkan amburadul.

Menurut pengalaman seorang pakar perkutut hanya 10% piyik berumur dibawah 4(empat) bulan, apalagi dibawah 3(tiga) bulan, suaranya akan tetap stabil hingga dewasa nanti. Sebagian besar piyik, suaranya akan mengalami perubahan secara perlahan / bertahap dan baru mulai stabil setelah dewasa sewaktu kira-kira umurnya menginjak 7(tujuh) bulan.

Mengingat membeli piyik susah diharapkan kepastiannya, tidak seorangpun dapat memastikan apakah seekor piyik saat dewasa nanti bisa menjadi juara atau tidak. Namun demikian beberapa tanda-tanda dan ciri-ciri umum serta seberapa banyak pengalaman kita, paling tidak dapat dijadikan patokan untuk memilih dan menentukan seekor piyik nanti setelah dewasa bisa bersuara bagus atau tidak.

Tanda-tanda umum itu antara lain adalah sbb. :
  • Volume suara ( besar, kecil atau cowong ) dan iramanya (senggang meliuk-liuk atau rapet seperti kereta api ).
  • Sementara jalan (ketukan) dobel, satu setengah atau dobel plus masih susah diperkirakan akan kemana jadinya pada saat dewasa nanti, meskipun pada saat piyik sudah terdengar “ jalannya “.
  • Sedangkan suara depan (angkatan) dan ujung (kung) pada umumnya akan mengalami perubahan saat menjadi dewasa, bahkan ada yang drastis.

2. Merawat Perkutut piyik.
Setelah mendapatkan seekor Perkutut piyik yang kita anggap suaranya bagus, maka selanjutnya adalah bagaimana Perkutut piyik tersebut dirawat dengan benar, sebab perawatan yang salah atau kurang benar bisa berakibat fatal antara lain kualitas suaranya akan rusak pada saat dewasa nanti.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :
  1. Piyik akan mulai mengalami ganti bulu (rontok/ngurak) pertama pada umurnya sekitar 2.5 bulan yang berlangsung selama sebulan penuh. Dan bulu baru akan sempurna setelah umurnya sekitar 3.5 bulan. Pada saat masa pergantian bulu inilah piyik perlu mendapat perhatian dan perawatan yang benar.
  2. Saat piyik mulai ganti bulu sebaiknya dimasukkan kedalam kandang umbaran bersama dengan beberapa perkutut piyik lainnya, selama minimal lebih 2(dua) minggu lamanya piyik-piyik tersebut dapat bergerak lebih leluasa/bebas, sehingga bulu-bulu barunya cepat tumbuh dan tubuhnya menjadi kuat serta bagus. Selanjutnya dapat diangkat dari kandang umbaran untuk dipindahkan ke sangkar soliter baik sangkar mahkota maupun sangkar piyik biasa setelah dilihat bulu-bulu barunya mulai penuh dan sempurna.
  3. Selama di kandang umbaran perlu setiap sore dikontrol, apakah piyik-piyik tersebut sudah bisa makan atau tidak. Tidak semua piyik tahu persis letak dari tempat makan di kandang umbaran yang baru dan asing baginya. Bila temboloknya tidak ada makanan, maka tidak ada cara lain harus dilolohnya. Bila tidak, maka piyik-piyik tersebut akan mati kelaparan.
  4. Pada saat piyik berumur kira 3-3.5 bulan suaranya biasanya mulai pecah, ada tanda-tanda perubahan dari suara piyik ke suara perkutut dewasa. Perhatikan perubahan volume suaranya apakah dari kecil menjadi besar atau sebaliknya. Demikian jalan suaranya, apakah tetap stabil seperti saat masih piyik atau ada perubahan misalnya berkurang dari dobel ke satu setengah atau bertambah dari satu setengah ke dobel, dan lain-lain. Juga iramanya, apakah dari tadinya empuk meliuk-liuk senggang menjadi rapet dan kencang bak kereta api atau sebaliknya makin senggang.
  5. Selama di sangkar soliter, piyik tersebut dilatih di hanging atau kerek kira-kira 3x seminggu agar menjadi lebih jinak dan tidak liar, disamping untuk menempa mentalnya dengan belajar mendapat terpaan angin keras. Sebaiknya waktu melatih adalah sore hari antara jam 16.00 sampai matahari terbenam. Latihan ini dilakukan secara bertahap dari hanging ke kerekan disesuaikan dengan usia piyik tersebut.
  6. Setelah berumur 3.5 bulan piyik-piyik tersebut dapat dimasukkan kandang umbaran kembali atau tetap dalam sangkar soliter mahkota untuk dipantau suaranya dan sesekali diikutkan lomba. Bila tidak sebaiknya dimasukkan kembali ke kandang umbaran agar dapat berinter-aksi dengan lawan jenisnya dan dapat lebih memacu birahinya untuk semakin rajin berbunyi.
  7. Pada saat piyik berumur 4 bulan akan semakin rajin bunyi atau menjadi gacor setelah menemui pasangan tetapnya. Saat inilah waktu yang tepat untuk mengangkatnya dari kandang umbaran ke sangkar soliter.
Pada usia piyik 4 bulan ini, biasanya volume suara yang asli sudah mulai terlihat, sehingga sudah dapat dijadikan patokan dan perkiraan bagaimana suaranya nanti selepas umur 7 bulan.

Yang juga sudah mulai tetap tidak berubah adalah irama suara, jalan suara serta suara depan dan ujungnya.

Irama suara biasanya akan mengalami penurunan dari awal-awalnya mengalun indah dan nyaman terdengar di telinga saat gacor berubah menjadi rapet dan nyerocos bak kereta api. Jarak antar ketukan menjadi tidak ada intervalnya dan suaranya menjadi tidak enak didengarkan.

Yang juga sering terjadi saat gacor adalah “ patah “ atau suara ujung menjadi pendek dan tidak ndelosor lagi, pada hal saat piyik suara ujungnya istimewa. Memang suara ujung ( Kung ) ini yang paling sering berubah dari panjang ndelosor menjadi hanya “ Kuk “ atau bahkan “ patah “.

Perlu menjadi perhatian kita saat membeli piyik bagaimana suara ujungnya ini, yang perlu dipantau apakah ada gejala suaranya kungnya ini “ mandeg seperti di-rem “ atau tidak. Kalau ada kemungkinan nantinya akan berubah menjadi “ Kuk “ atau Kung pendek, walalupun mungkin tidak patah. Lainnya kalau Kungnya itu lepas dan habisnya perlahan-lahan, nantinya diperkirakan akan tetap panjang dan ndelosor indah.

Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah kestabilan suaranya, sebab pada saat bunyi gacor itulah kita akan tahu persis kestabilan suaranya. Apakah suaranya akan menjadi drop atau malahan semakin bagus saat digantang pagi selama sekitar 3(tiga) jam. Bisa dilihat antara lain dari jalan suaranya, apakah berubah dari dobel ke dominan satu setengah bahkan engkel atau malahan sebaliknya dari dobel menjadi dobel plus atau setidaknya stabil pada suara doble atau satu setengah saja.

Selain jalan suara, yang bisa drop biasanya juga mutu volume suara misalnya dari besar cowong bisa menjadi sember tak karuan atau mengecil dan tipis, sehingga suara yang tadinya jelas terdengar menjadi sayup-sayup dan akhirnya tidak terdengar sama sekali.

3. Melatih untuk lomba.
Latihan secara intensif sudah bisa dimulai saat seekor perkutut piyik berumur 4(empat) bulan dengan cara antara lain sebagai berikut :
  1. Menggantangnya di tiang gantanga setiap pagi selama 2-3 jam bersama dengan perkutut-perkutut lainnya. Bisa dilakukan dirumah dan sebaiknya ditempat lapangan yang tersedia fasilitas gantangan bersama perkutut lain yang disebut dengan Latihan Bersama (Latber ) routine.
  2. Melalui Latihan Bersama ini akan dapat dipantau kemampuan kelebihan dan kekurangan yang sebenarnya dari perkutut kita ini. Juga dapat dipantau sifat dan kebiasaan perkutut kita, hal ini penting karena setiap burung memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya.
  3. Latber ini penting, selain untuk menambah pengalaman dan jam terbang, juga melatihnya untuk terbiasa dibawa keluar dengan kendaraan.
  4. Agar pengalamannya semakin banyak dan jam terbangnya semakin tinggi, sesekali diikutkan kearena lomba piyik hanging (gantungan) agar terbiasa bercampur dengan puluhan bahkan ratusan ekor perkutut lainnya.
Cara Berernak Perkutut

Selasa, 28 Februari 2017

Jewawut , makanan burung perkutut

Jewawut merupakan salah satu tanaman pangan. Tanaman milet (sejenis serealia berbiji kecil) ini pernah menjadi makanan pokok di berbagai negara di dunia (termasuk beberapa daerah di Indonesia) sebelum budidaya padi dikenal. Sayangnya, Jawawut atau Jewawut mulai dilupakan dan terabaikan. Padahal tanaman pangan ini memiliki kandungan nutrisi (protein dan kalsium) yang lebih baik ketimbang beras.
OMG Perkutut
Biji Jewawut
Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Foxtail Millet, Dwarf Setaria, dan Foxtail Bristle Grass. Sedangkan nama latin tanaman ini adalah Setaria italica (L.) P.Beauv. Nama ilmiah ini memiliki banyak nama sinonim seperti Alopecurus caudatus Thunb., Chaetochloa germanica (Mill.) Smyth, Chamaeraphis italica (L.) Kuntze, Echinochloa erythrosperma Roem. & Schult., Ixophorus italicus (L.) Nash, Oplismenus intermedius (Hornem.) Kunth, Panicum chinense Trin., Panicum germanicum Mill., Panicum italicum L., Paspalum germanicum (Mill.) Baumg., Pennisetum macrochaetum J.Jacq., Setaria globulare J. Presl, Setaria panis Jess., Setariopsis italica (L.) Samp., dan lain-lain.
Jawawut merupakan jenis tanaman pangan yang telah dibudidayakan sejak tahun 5000 Sebelum Masehi di Cina dan 3000 SM di Eropa. Diduga Jewawut tersebar di Indonesia sudah sejak 3000-an tahun silam yang dibawa oleh masyarakat Tiongkok saat bermigrasi.

Jawawut (Setaria italica (L.) P.Beauv.) merupakan tanaman golongan rumput. Tumbuh semusim. Rumpunnya rapat dengan tinggi sekitar 60-120 cm. Memiliki perakaran yang rapat rapat, dengan akar tunjang yang muncul dari buku paling bawah. Batang tegak, ramping, kadang-kadang bercabang, membentuk malai dari pucuk bagian bawah. Daunnya tunggal, berseling, berbentuk garis atau pita dengan panjang antara 16-32 cm dan lebar  1,5-2,5 cm. Di bagian ujung daun  meruncing.

Perbungaan Jawawut berupa malai menyerupai bulir dengan panjang antara 8-18 cm. Tangkai malai sepanjang 25-30 cm, tegak atau melengkung. Bulirnya kecil, hanya sekitar 3mm diameternya, bahkan ada yang lebih kecil. Warna bulir beraneka ragam, mulai dari hitam, ungu, merah, sampai jingga kecoklatan.
Jewawut tumbuh di daerah semi kering dengan masa pertumbuhan sekitar 3-4 bulan. 
OMG Perkutut
Tanaman Jewawut
Kurang tahan terhadap genangan dan rentan terhadap periode musim kering yang lama. Di daerah tropis, tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 2000 meter dpl. Tanaman pangan ini dapat tumbuh baik pada pelbagai jenis tanah, mulai tanah berpasir hingga tanah liat yang padat. Bahkan tetap tumbuh pada tanah miskin hara atau tanah pinggiran sekalipun.

Jewawut atau Juwawut pernah menjadi bahan pangan penting di Asia, Eropa bagian tenggara, dan Afrika bagian utara. Proses pengolahannya seperti cara pengolahan padi menjadi beras hingga nasi. Terkadang bulir-bulirnya dihaluskan menjadi tepung terlebih dahulu.

Padahal berbagai studi mengungkapkan kandungan nutrisi Juwawut lebih baik dibanding jagung dan beras. Kandungan gizi yang dipunyainya meliputi karbohidrat 84,2%, protein 10,7%, lemak 3,3%, serat 1,4%, Ca 37 mg, Fe 6,2 mg, vitamin C 2,5, vitamin B1 0,48, dan vitamin B2 0,14.

Selain sebagai bahan makanan, Jawawut pun kerap dipergunakan sebagai pakan ternak (daunnya) dan sebagai pakan burung.

Sayangnya, kini budidaya Juwawut semakin sedikit. Bahkan telah menjadi tanaman yang sulit ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Padahal dengan kekayaan nutrisi yang dikandungnya, Jawawut akan dapat menopang ketahanan pangan di Indonesia. Bukannya sekedar menjadi pakan burung atau bahkan terabaikan keberadaannya.

Kacang Hijau Untuk Perkutut

Kacang hijau memiliki nama latin Vigna radiata dan termasuk ke dalam famili Fabaceae. Kacang hijau masih bersaudara dengan kacang panjang, kacang polong dan kacang kedelai. Di Indonesia, kacang hijau biasa dikonsumsi dan diolah menjadi bubur. Makanya dikenal dengan nama bubur kacang ijo, yang isinya merupakan campuran antara kacang hijau, santan dan gula serta beras ketan hitam.

Kacang hijau memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa. Bahkan dikenal sebagai makanannya para tentara agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi, fisiknya kuat dan otaknya cerdas. Oke berikut ini merupakan penjelasan mengenai kandungan nutrisi dan manfaat kacang hijau untuk kesehatan. 

Kandungan Nutrisi Kacang Hijau , Sebagai salah satu sumber makanan yang baik untuk kesehatan, kacang hijau mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
 

Kaya Vitamin:
Kacang hijau mengandung asam folat sebesar 159 µg/100 gr dan vitamin B1 sebesar 0,2 mg/100 gr. Tidak hanya itu, kacang hijau juga dilengkapi dengan riboflavin, B6, asam pantothenat, serta niasin, yang berguna membantu fungsi metabolisme dan organ tubuh.Sumber Mineral

 
Kacang hijau kaya akan m
ineral. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat potasium (266 mg), fosfor (99 mg), mangan (48 mg), kalsium (27 mg), magnesium (0,3 mg), zat besi (1,4 mg), zinc (0,8 mg), selenium (2,5 µg).Kaya Protein
 
Kacang hijau bisa menjadi sumber protein alternatif bagi para vegetarian. Kandungan protein dalam setiap 100 gr kacang hijau sebesar 7 gr protein. Protein dalam kacang hijau memiliki profil asam amino lengkap dan dapat diserap tubuh lebih cepat. Protein berguna dalam membantu pembentukan sel-sel otot, mempercepat pemulihan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu Anda kenyang lebih lama.Kaya Serat

 
Kandungan serat dalam 100 gr kacang hijau sebesar 7,6 gr serat. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 persen. Serat bermanfaat dalam menjaga fungsi saluran cerna, mencegah sembelit, dan membantu menurunkan kolesterol.Kaya Omega-3

 
Kacang hijau juga diperkaya dengan Omega-3 sebesar 0,9 mg/100gr dan Omega-6 sebesar 119 mg/100gr. Seperti kita ketahui bahwa asam lemak esensial ini berguna untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Rabu, 22 Februari 2017

Daun saga untuk perkutut

Daun Saga rambat (Abrus precatorius) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan herbal pada manusia. Bagian yang banyak digunakan adalah daunnya, yang dikenal dengan daun saga, saga aruey, atau saga telik. Daun saga yang popular sebagai obat sariawan ini ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi serak pada burung perkutut.

Tanaman saga
Saga merupakan jenis tumbuhan merambat yang banyak ditemukan di negara-negara tropis maupun subtropis. Daunnya majemuk yang berbentuk lonjong kecil. Tanaman saga memiliki buah polong berisi biji berwarna merah bertitik hitam, mirip kumbang koksi atau lady bug.
Buah atau biji saga ini sebenarnya sangat beracun, yang bisa membahayakan keselamatan manusia maupun hewan ternak yang memakannya.
Biji tanaman saga

Namun tidak demikian dengan daunnya. Ya, daun saga justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daun saga diketahui mengandung protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalcturomic acid, dan pentosan. Karena kandungan dan manfaatnya yang baik bagi manusia, tanaman saga pun dapat diaplikasikan pada burung perkutut.

Menghilangkan suara serak pada burung Perkutut.

Burung Perkutut yang bersuara serak tentu tidak enak didengar. Selain lagu-lagunya sering terpotong, alunan kicauannya pun menjadi tidak seperti biasanya, bahkan membuat burung berhenti berkicau. Daun saga bisa menjadi tanaman obat alternatif untuk menghilangkan suara serak pada burung perkutut
.
Ada beberapa cara pemberian daun saga untuk mengatasi serak pada burung perkutut, antara lain merebus daunnya. Air rebusan daun saga yang berwarna kehijauan ini disaring, kemudian didinginkan sebelum diberikan kepada burung sebagai air minumnya.

Para pemilik burung perkutut sudah terbiasa memberikan daun saga dengan cara meremas atau memelintir daun saga muda hingga berukuran kecil untuk mengurangi kadar airnya. Setelah itu, daun saga langsung dilolohkan pada mulut burung perkutut sampai benar-benar tertelan dan juga bisa air dari daun saga diteteskan.

Semoga bermanfaat

Selasa, 24 Mei 2016

Sabtu, 30 April 2016

Cara pemeliharaan Perkutut untuk Lomba

Perkutut memilki sifat dasar yang “liar”,berapapun lamanya kita memelihara dan mencoba untuk menjinakkannya, sifat2 itu akan tetap ada. Sementara kita semua berharap agar perkutut kesayangan dapat jinak rajin mengeluarkan suara merdunya tanpa ada rasa takut oleh lingkungannya.

Perkutut jinak rata-rata rajin bunyi:
khusus untuk perkutut bahan untuk umur 5-6 bulan,diperlukan perawatan harian secara rutin
  • Tempatkan perkutut pada tempat yang sering dilalui orang di rumah.
  • Berikan makanan yang dia sukai.
  • Berikan minum hanya sedikit dalam 1 hari (2 sendok makan saja) pagi dan sore hari
  • Sering seringlah bersiul atau dipanggil nama di dekatnya, terutama pada saat membersihkan sangkarnya.

Dengan begitu akan membiasakan perkutut untuk mengenali “bos” nya artinya tiap kali ia lapar haus dan mau makan atau minum ia akan tahu kapan waktunya dan siapa pemiliknya. Ini bisa kita lihat dari tingkah laku sang jagoan kita ini. Secara fisik ia sudah mulai mengenali sang bos, tetapi ia membutuhkan lagi sentuhan halus dari tangan kita.

Biasakan untuk memandikannya 1 (satu) kali dalam seminggu pada hari Kamis. Setelah dimandikan jangan dijemur dibawah terik matahari, angin2kan saja (penting)

Cara memandkan yang benar, sampai kulit dibalik bulu basah semua dan tidak terdapat sisa sisa kotoran yang mengendap, untuk benar tidaknya saat kita memandikan, dengan melihat kemerahan kulitnya.

Mandikan dengan air campuran antiseptic atau air daun sirih atau air bekas cucian beras, lalu bilas sampai bersih.

Setelah dimandikan, berikan kencur 2 potongan (sebesar kacang hijau), peras daun saga berikan airnya
Balur kaki, hidung, kulit dibawah sayap dengan potongan daging bawang merah......
Dan yang bersuara lomba cukup 1 kali dalam 1 minggu perkutut di kerek. Prosesi sebelum kita mengerek ada hal2 yang harus kita perhatikan.

Malam hari sebelum esoknya dikerek, perkututnya dengan tangan basah, pegang dan elus-elus selama ± 10 menit. Pengerekan 1 (satu) kali dalam seminggu pada hari minggu (baik lomba maupun tidak)
Selamat mencoba.....

Rabu, 27 April 2016

Perkutut Bunyi atau membisu disaat Lomba.

Cara Perkutut bunyi secara benar tidak ada lain kecuali dilatih dan dilatih. Masalahnya, bagaimana melatih burung agar tidak Membisu di lomba, bagaimana membuat perkutut sedikit demi sedikit bisa tampil percaya diri di arena lomba?

Berikut ini tips dari saya berdasar pengalaman TEMEN selama ini, baik pengalaman TEMAN maupun pengalaman temenya-teman penghobi perkutut,

Perkutut Dilatih sejak awal,
Untuk melatih Perkutut agar tidak Membisu di lomba, harus melatihnya sejak awal.
Jika itu perkutut masih muda ,kita harus benar-benar sudah membuat jinak . Jinak di sini artinya adalah tidak takut dengan manusia dan bukan berarti cuma diam atau mendekat ketika tangan kita masuk ke sangkar.

Sebab, banyak perkutut yang sudah tidak takut manusia sejak lahir (seperti kebanyakan burung hasil tangkaran) tetapi tetap tidak jinak dalam arti mudah ditangkap ketika di dalam sangkar.

Sebelum perkutut kita bebas dari rasa takut kepada manusia, jangan berharap perkutut mau nyanyi apalagi gacor. Jadi untuk perkutut muda, kita tidak perlu pusing-pusing dengan masalah ekor yang rusak atau paruh yang luka dan sebagainya. Yang penting dijinakkan dulu.

Kalau kita berpikir “jinaknya nanti saja yang penting bunyi dulu”, maka kita akan cenderung menyimpan perkutut di tempat sepi dengan harapan dia mau bunyi. Oke, perkutut mungkin bisa segera bunyi, tetapi akan segera membisu ketika orang datang. Lama-lama memang akan tetap bunyi ketika orang datang, tetapi pasti akan tetap gerabakan ketika sangkar diturunkan atau perkutut digantang di halaman rumah yang banyak orang berlalu lalang.

Untuk itu, biasakan perkutut “selalu berada di keramaian” atau tempat orang berlalu-lalang.
Perkutut yang awalnya jinak atau tidak takut orang, jika terlalu lama disimpan di tempat sepi atau hanya sesekali ditempatkan di keramaian, akan menjadi liar kembali.

Konsisten,
Perkutut yang sudah tidak gerabakan ketika tangan kita masuk ke sangkar, atau karena memang dipelihara sejak burung masih piyik, akan menjadi liar atau mudah takut orang jika sering ditempatkan di tempat sepi. Oleh karena itu, Anda harus konsisten meletakkan sangkar burung di lingkungan yang banyak lalu lalang orang.

Jika rumah kita pada dasarnya sepi, maka kita perlu menyempatkan diri secara rutin membawa burung itu ke keramaian. Bisa diajak ke rumah tetangga atau ke rumah teman ketika kita berkunjung untuk sekadar bersilaturahmi. Yang penting, perkutut terbiasa juga untuk dibawa kemana-mana.
Bisa juga ketika melombakan perkutut atau nonton lomba .

Perkutut kita yang “belum jadi” atau sedang dalam “masa pelatihan” dibawa serta ke lingkungan lomba, untuk sekadar di gantang di lingkungan lomba yang tentu saja ramai orang.
Intinya, dilatih secara konsisten bagaimanapun caranya dan Anda (atau minta bantuan teman) perlu menyempatkan diri.

Perkutut Ikutkan latihan secara berkala
Kalau perkutut sudah jinak dan gacor tetapi selalu saja membisu ketika berada di arena lomba, maka kita harus terus melatihnya dengan mengikutkan pada latihan rutin.

Hanya saja perlu ditekankan, jangan pernah mengikutkan perkutut dalam latihan dengan banyak lawan dan penonton kalau kondisi fisik perkutut tidak benar-benar siap (ngurak). Bukannya bebas membisunya yang didapat perkutut drop mental dan sakit. Untuk menjaga kondisi fit, tentu saja lakukan perawatan yang baik dan konsisten, serta jaga vitalitasnya dengan pakan yg baik.

Jika perkutut tidak dalam kondisi fit, cukup bawa saja ke sana untuk digantang di luar arena. Yang panting dia terbiasa dengan keramaian orang.

Begitulah....., tidak ada makan siang gratis. Perkutut bagus tidak akan kita dapat secara untung-untungan. Perkutut bagus ada harganya. Harga dalam bentuk uang, tenaga, waktu dan pikiran.

Minggu, 24 April 2016

Bisnis Ternak Perkutut Tetap Menjanjikan.

Perkutut tentu sebagain besar orang sudah mengenal burung klangenan yang satu ini. Nama burung perkutut sudah cukup melegenda dalam benak masyarakat kita. Dari zaman ke zaman selain dinikmati keindahan suaranya, perkutut juga menjadi hewan klangenan bahkan bernuansa magis.

Berbagai macam lomba " burung perkutut " juga sering di adakan oleh berbagai komunitas di banyak daerah. Tidak heran pasar burung perkutut turut lumayan menggembirakan. Harganyapun bervariasi dari yang puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Peluang bisnis ternak perkutut memiliki potensi yang lumayan bagus, tidak hanya untuk perkutut berkualitas saja namun juga untuk perkutut kropyok alias kelas bawah.

Penggemar perkutut memang datang dari berbagai kalangan dari kalangan yang berduit besar, penggemar berat, penggemar yang memiliki dana terbatas, hingga penggemar yang hanya sekedar memelihara perkutut untuk hiasan rumah saja.

Potret pasar burung perkutut yang beragam inilah yang sesungguhnya celah peluang bisnis yang bisa dimasuki oleh berbagai ragam pemilik modal. Jika modal usaha yang dimiliki pas-pasan atau pengetahuan tentang perkutut masih nol bisa mengambil bagian untuk bisnis perkutut kropyokan.

Jika modal usaha cukup besar bisa membeli indukan perkutut berkualitas yang harganya jutaan, namun yang penting bukan sekedar modal besar saja tetapi juga pemahaman tentang perkutut berkualitas. Jika tidak paham tentang perkutut bisa-bisa kita salah pilih membeli perkutut mahal namun kualitas kropyokan.

Bisnis perkutut kropyok tidak terlalu memikirkan aspek kualitas, asal perkutut mau bertelur dan menetas pasti membuahkan hasil. Anakan perkutut atau piyek bisa dijual dengan harga terendah 50 ribu. Jika kita memiliki indukan 100 pasang saja maka kita bisa mengantongi 2 juta rupiah.

Untuk ternak perkutut dengan indukan yang berkualitas dengan pemeliharaan yang sama, tentu pendapatan yang dihasilkan akan semakin besar. Misalnya saja dari 100 pasang tersebut menghasilkan piyek yang dihargai terendah 100 ribu maka perolehannya 10 juta. Tentu peluang ruginya juga ada, misalnya saja jika indukan mati.

Potensi bisnis perkutut dari waktu ke waktu memang tidak pernah mati, karena penggemar burung klangean ini selalu ada. Selain itu bisnis ternak burung perkutut bisa dijadikan usaha sampingan sekaligus menyalurkan hobi tentunya. Hati senang kantongpun penuh dengan uang.