Yang dimaksud, bila
latar suara burung Perkutut memang bagus, yakni tembus, cowong
dan kering, maka otomatis suara depan, tengah dan ujung biasanya akan
bagus juga. Dengan demikian ketika memilih piyik jangan terlalu condong
ke suara ujung atau suara depan, karena kedua unsur suara tadi suatu
ketika bisa hilang saat saat dewasa nanti atau malah bertambah bagus.
Biasanya, bila latarnya bagus saat masih piyik, meski saat masih mudah
usia itu tak akan muncul suara depannya, saat dewasa akan muncul dengan
sendirinya. Demikian juga dengan suara ujungnya, akan mengikuti dengan
sendirinya.
"Tetapi kalau bisa, selain latar suaranya bagus, iramanya juga harus
bagus juga. Percuma berlatar suara bagus tetapi iramanya nggak
karu-karuan", Sebaliknya, meski iramanya bagus, suara
depan, tengah dan ujung yahud, tetapi kalau mutu suaranya amburadul
juga kesannya masih perlu dipertanyakan lagi. Apalagi bila powernya
nggak ada, jelas berbahaya. "Jangan harap bisa dilombakan dan masuk
juara saat besar nanti".
Suara tengah menurutnya juga
jangan terlalu mewah dan senggang, khawatir patah. Dia lalu menunjuk
sejumlah bintang piyik yang selalu masuk ke deretan juara saat mudah
usia. Setelah dewasa tak terdengar lagi kiprahnya. "Mungkin saja
kecilnya terlalu mewah, begitu besar justru malah patahnya yang
dominan".
Suara Perkutut Faktor dari Usia
Bahwasannya kualitas suara perkutut rentan
terhadap perubahan juga diakui oleh banyak pakar. Perubahan itu terjadi
biasanya mengikuti pertambahan usianya. Tetapi yang paling drastis
perubahannya adalah sesaat setelah ganti bulu (ngurak) yakni pada usia
2.5 s/d 3 bulan dan ngurak kedua bulan 6 s/d 7 bulan. "Usia ganti bulu
(ngurak), biasanya diikuti dengan perubahan kualitas suara. Saat itulah
kita bisa merabah kemana arah dikemudian hari".
Dipergantian
bulu pertama, misalnya sesaat setelah bulu baruh tumbuh komplit, yakni
diusia sekitar 4 bulan, akan terjadi perubahan kualitas suara. "Kalau
mau bagus yah bagus, kalau kurang yah akan kurang nantinya".
Namun demikian, bukan berarti diusia 4 bulan sudah bisa dijadikan
patokan, atau sudah tak akan berubah lagi dikemudian hari, karena usia
ganti bulu kedua 6 s/d 7 bulan juga akan terjadi lagi perubahan suara.
Malah diusia tersebut rawan-rawannya, maksudnya sekali berubah, maka
seumur hidup tak akan berubah lagi. Kalau mau bagus, maka seterusnya
akan bagus. Sebaliknya bila berubah menjadi jelek, maka selamanya akan
jelek.
Karena itu beli perkutut yang paling aman bila umurnya
sudah menginjak tujuh bulan. Tak perlu khawatir lagi akan terjadi
penurunan kualitas".
Yang dimaksud, bila latar suaranya memang bagus, yakni tembus,
cowong dan kering, maka otomatis suara depan, tengah dan ujung biasanya
akan bagus juga. Dengan demikian ketika memilih piyik jangan terlalu
condong ke suara ujung atau suara depan, karena kedua unsur suara tadi
suatu ketika bisa hilang saat saat dewasa nanti atau malah bertambah
bagus. Biasanya, bila latarnya bagus saat masih piyik, meski saat masih
mudah usia itu tak akan muncul suara depannya, saat dewasa akan muncul
dengan sendirinya. Demikian juga dengan suara ujungnya, akan mengikuti
dengan sendirinya.
"Tetapi kalau bisa, selain latar suaranya
bagus, iramanya juga harus bagus juga. Percuma berlatar suara bagus
tetapi iramanya nggak karu-karuan". Sebaliknya, meski
iramanya bagus, suara depan, tengah dan ujung yahud, tetapi kalau mutu
suaranya amburadul juga kesannya masih perlu dipertanyakan lagi. Apalagi
bila powernya nggak ada, jelas berbahaya. "Jangan harap bisa dilombakan
dan masuk juara saat besar nanti"
Suara tengah menurutnya juga jangan terlalu mewah dan senggang, khawatir
patah. Dia lalu menunjuk sejumlah bintang piyik yang selalu masuk ke
deretan juara saat mudah usia. Setelah dewasa tak terdengar lagi
kiprahnya. "Mungkin saja kecilnya terlalu mewah, begitu besar justru
malah patahnya yang dominan".